Waspadai Endometriosis Saat Merencanakan Kehamilan

Waspadai Endometriosis Saat Merencanakan Kehamilan

Pendahuluan

Saat memulai sebuah keluarga dengan suami, tentu harapan terbesar yang ingin dicapai selanjutnya adalah memiliki sang jabang bayi. Bisa melihat si kecil berada di pelukan dan tumbuh dengan sehat pastinya akan membuat hari-hari kita sebagai orang tua semakin berwarna. Namun, sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya pastikan Bunda dan suami sudah memeriksakan kondisi kesehatan terlebih dahulu. Hal ini karena ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa mengganggu proses kehamilan, salah satunya adalah endometriosis.

Apa Itu Endometriosis?

Endometriosis merupakan sebuah penyakit di mana sel endometrial, yang serupa dengan sel yang tumbuh pada dinding rahim, tumbuh secara abnormal di luar rahim. Sel-sel ini bisa menebal saat menstruasi dan luruh seperti dinding rahim yang lepas saat tidak dibuahi. Endometriosis dapat menyebabkan rasa sakit, gangguan reproduksi, dan masalah kesehatan lainnya pada wanita.

Siapa yang Berisiko Mengalami Endometriosis?

Menurut penelitian, endometriosis bisa menyerang wanita di usia reproduktif, yaitu sekitar usia 25 hingga 35 tahun. Gangguan kesehatan ini juga lebih mudah terjadi pada wanita yang memiliki indeks massa tubuh rendah atau tinggi. Faktor genetik juga memiliki peran dalam meningkatkan risiko endometriosis. Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri sedini mungkin untuk mendapatkan penanganan lebih cepat.

Bagian Tubuh yang Terserang Endometriosis

Endometriosis bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, antara lain:

1. Indung Telur dan Tuba Falopi: Endometrium yang tumbuh di indung telur dan tuba falopi dapat menyebabkan penyumbatan dan kesulitan pembuahan.

2. Di Luar Rahim: Endometrium yang tumbuh di luar rahim dapat menyebabkan pembentukan kista dan jaringan parut.

3. Peritoneum: Endometrium yang tumbuh di lapisan tipis jaringan yang melapisi bagian dalam perut dapat menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Baca Juga:  Family Friday: Nola B3, "Aku Seperti Mengulang Sejarah Keluarga"

4. Usus atau Kandung Kemih: Endometrium yang tumbuh di usus atau kandung kemih dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan buang air kecil.

5. Kemaluan: Endometrium yang tumbuh di kemaluan dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim.

Ciri-ciri Endometriosis

Setiap wanita mungkin mengalami gejala endometriosis dengan intensitas yang berbeda-beda. Beberapa gejala umum endometriosis antara lain:

1. Nyeri saat Buang Air Kecil: Nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan lebih parah saat sedang menstruasi.

2. Mengeluarkan Darah Berlebihan saat Menstruasi: Jika Anda mengalami pendarahan yang lebih banyak dari biasanya saat menstruasi, sebaiknya periksakan ke dokter.

3. Sakit di Tulang Panggul atau Punggung Bagian Bawah: Beberapa wanita mungkin merasakan sakit hanya saat buang air kecil, menstruasi, atau berhubungan intim. Namun, ada juga yang merasakan sakit hampir setiap saat terutama jika endometriosisnya sudah parah.

4. Masalah Kesuburan: Endometriosis dapat mengganggu kesuburan dan menyebabkan sulitnya memiliki anak. Jika Anda dan pasangan mengalami masalah kesuburan, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi tubuh dan mencari solusi yang tepat.

Selain gejala di atas, endometriosis juga dapat disertai dengan gejala lain seperti rasa lelah yang berkelanjutan, ketidaknyamanan saat buang air kecil atau buang air besar, dan bahkan batuk berdarah jika endometriosis terjadi di paru-paru.

Cara Mengobati Endometriosis

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengobati endometriosis, yaitu dengan obat-obatan dan operasi. Obat-obatan yang biasa digunakan untuk meredakan gejala endometriosis adalah antiinflamasi nonsteroid untuk meredakan nyeri pada pinggul dan kram saat menstruasi, terapi hormon untuk menekan produksi estrogen yang dapat menyebabkan menstruasi berhenti, atau pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron. Jika endometriosis sudah sangat mengganggu, mungkin diperlukan operasi untuk mengangkat lapisan endometrium dan mengembalikan kesuburan.

Baca Juga:  [9 Kiat] Menjaga Kehamilan Tetap Sehat di Era New Normal

Konsultasi dengan Ahli Medis

Itulah gambaran singkat mengenai endometriosis, gangguan kesehatan yang dapat mengganggu proses kehamilan. Jika Anda memiliki gejala-gejala yang mencurigakan atau memiliki masalah kesuburan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli medis. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Kesimpulan

Endometriosis adalah gangguan kesehatan yang dapat mengganggu proses kehamilan dan menyebabkan rasa sakit serta masalah kesehatan lainnya pada wanita. Penting bagi Anda dan pasangan untuk memeriksakan kesehatan secara rutin dan berkonsultasi dengan ahli medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang endometriosis.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com