Bu, Penyebab Perut Kembung pada Anak Ini Perlu Diwaspadai!


Gejala Perut Kembung pada Anak

Perut kembung pada anak dapat diidentifikasi melalui beberapa gejala yang umumnya muncul. Meskipun anak usia 1 hingga 3 tahun belum dapat menjelaskan apa yang mereka rasakan secara verbal, namun beberapa gejala berikut dapat menjadi petunjuk bahwa anak mengalami perut kembung:

1. Sering buang angin: Anak akan sering mengeluarkan gas melalui mulut atau dubur.
2. Sering bersendawa: Anak juga akan sering bersendawa, yang merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas yang terperangkap di perut.
3. Perut terasa keras setelah makan dan terlihat membesar: Setelah makan, perut anak akan terasa kencang dan terlihat lebih besar dari biasanya.
4. Rewel: Anak akan menjadi lebih rewel dan tidak nyaman karena perutnya yang kembung.
5. Memegangi perutnya: Anak mungkin akan memegangi perutnya sebagai respons terhadap rasa tidak nyaman yang dirasakannya.

Namun, perlu diingat bahwa perut kembung pada anak biasanya tidak berbahaya dan akan mereda dengan sendirinya. Namun, jika anak mengalami gejala-gejala berikut, segera bawa anak ke dokter:

1. Berat badan anak menurun sejak mengalami perut kembung.
2. Perut kembung disertai dengan diare yang tidak sembuh setelah 7 hari.
3. Perut anak terlihat membesar.
4. Anak tampak lesu dan tidak bersemangat.
5. Perut kembung tidak kunjung reda meskipun sudah mengubah pola makan.
6. Anak mengalami sakit perut yang tidak kunjung reda.
7. Ada darah pada tinja anak.
8. Anak kehilangan nafsu makan.
9. Anak sering muntah dan merasa mual.

Penyebab Perut Kembung pada Anak

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab perut kembung pada anak. Dalam beberapa kasus, perut kembung pada anak disebabkan oleh akumulasi udara di dalam saluran cerna. Beberapa penyebab umum perut kembung pada anak antara lain:

Baca Juga:  Bermain Warna untuk Melatih Kemampuan Anak

Mengunyah makanan terlalu cepat dan tidak menyeluruh

Anak mungkin merasa sangat lapar sehingga mengunyah makanannya terlalu cepat. Hal ini dapat menyebabkan udara ikut masuk ke perut dan menyebabkan perut kembung.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi

Makanan yang tinggi karbohidrat cenderung sulit dicerna oleh sistem pencernaan anak, sehingga usus tidak dapat menyerapnya dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan perut kembung.

Mengalami penyakit tertentu

Beberapa penyakit seperti sembelit, Crohn, dan obstruksi usus juga dapat menyebabkan perut kembung pada anak. Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu penyebab umum perut kembung pada anak usia sekolah. Anak-anak seringkali menahan buang air besar selama berada di sekolah, yang dapat menyebabkan perut kembung dan nyeri saat buang air besar.

Makan sambil bermain

Anak yang aktif bergerak saat makan cenderung menghirup lebih banyak udara, yang dapat menyebabkan perut kembung. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya ajarkan anak untuk duduk tenang saat makan dan memberikan pengertian bahwa bermain dapat dilakukan setelah selesai makan.

Terlalu banyak mengonsumsi serat dan lemak

Konsumsi serat dan lemak dalam jumlah yang berlebihan juga dapat menyebabkan perut kembung pada anak. Beberapa makanan yang mengandung serat dan lemak tinggi antara lain brokoli, sereal, dan makanan yang digoreng.

Mengonsumsi jenis sayuran tertentu dengan jumlah yang banyak

Beberapa jenis sayuran seperti kembang kol dan kacang-kacangan dapat menyebabkan perut kembung pada anak karena mengandung gas berlebih dalam perut. Meskipun demikian, sayuran ini tetap penting untuk dikonsumsi oleh anak, namun dengan porsi yang tidak terlalu banyak.

Terlalu banyak minum jus

Memberikan jus buah kepada anak dalam jumlah yang berlebihan juga dapat menyebabkan perut kembung. Sebaiknya batasi konsumsi jus buah pada anak tidak lebih dari satu gelas sehari.

Baca Juga:  Kembali ke Berat Badan Semula

Kurang minum air putih

Kurangnya asupan air putih pada tubuh juga dapat menyebabkan perut kembung pada anak. Anak-anak seringkali sulit untuk minum air putih, sehingga penting untuk mengajak mereka minum air putih secara teratur.

Terlalu banyak menelan udara

Menelan terlalu banyak udara dapat menyebabkan perut kembung pada anak. Hal ini dapat terjadi saat anak cemas atau gelisah. Mengunyah permen karet terlalu sering juga dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan.

Bakteri di dalam usus

Bakteri yang ada dalam usus anak dapat menyebabkan produksi gas berlebih dalam perut, yang menyebabkan perut kembung. Gas ini dapat diserap oleh aliran darah dan dikeluarkan melalui paru-paru, namun sisa gas tersebut dapat menumpuk di dalam usus.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak

Meskipun perut kembung pada anak umumnya tidak berbahaya dan akan mereda dengan sendirinya, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi perut kembung pada anak:

1. Hindari memberikan minuman bersoda, permen karet, dan makanan yang mengandung pemanis buatan. Hal ini dapat memicu perut menjadi kembung.
2. Letakkan bantal pemanas di atas perut anak untuk meredakan rasa kembungnya.
3. Pastikan anak mendapatkan cukup asupan air putih setiap hari untuk mencegah dehidrasi.
4. Kurangi atau hentikan sementara pemberian jus buah kepada anak. Jus buah mengandung fruktosa dan sukrosa yang tidak dapat dicerna oleh beberapa anak, sehingga dapat menyebabkan perut kembung.
5. Kurangi pemberian makanan yang menyebabkan kembung, seperti kubis dan bawang yang mengandung gas sulfur. Kurangi juga asupan lemak yang dapat meningkatkan produksi gas pada perut.
6. Ajari anak untuk mengunyah makanan dengan perlahan dan tidak terburu-buru. Berikan waktu istirahat setelah makan sebelum melakukan aktivitas lain.
7. Pastikan anak mendapatkan cukup asupan air putih untuk membantu memperlancar pencernaan.
8. Bantu anak untuk sendawa dengan menggendongnya dengan posisi yang memungkinkan gas keluar, kemudian tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut.

Baca Juga:  Perlukah Ibu Hamil Menjaga Kenaikan Berat Badan?

Selain mengatasi perut kembung pada anak, penting juga untuk memberikan nutrisi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Jika Bunda menyusui, perhatikan pola makan dan konsumsi susu ibu menyusui yang mengandung nutrisi penting seperti DHA, protein, dan zat besi. Jika Bunda memberikan susu formula, pastikan memilih susu yang mengandung nutrisi lengkap dan sesuai dengan usia anak.

Dalam beberapa kasus, perut kembung pada anak dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan atau kondisi medis lainnya. Jika perut kembung anak tidak kunjung membaik atau disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Mengatasi perut kembung pada anak membutuhkan kesabaran dan pemahaman. Dengan memberikan perhatian dan perawatan yang tepat, perut kembung pada anak dapat diatasi dan anak dapat kembali merasa nyaman.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com