Apa Perbedaan Makrosefalus dan Hidrosefalus? Ini Jawabannya

Apa Perbedaan Makrosefalus dan Hidrosefalus? Ini Jawabannya

Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara makrosefalus dan hidrosefalus. Kedua kondisi ini sering kali menyebabkan kepala bayi membesar, namun memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. Dengan mengetahui perbedaan ini, kita dapat menghindari kekeliruan dalam mengidentifikasi kondisi yang dialami oleh bayi.

Makrosefalus adalah kondisi di mana kepala bayi memiliki ukuran yang lebih besar dari bayi pada umumnya. Ukuran kepala yang lebih besar ini dapat terlihat dari perbedaan lingkar kepala bayi dengan standar pengukuran yang telah ditetapkan. Biasanya, untuk dapat menyimpulkan bahwa bayi mengalami makrosefalus, lingkar kepala bayi harus memiliki selisih dua standar deviasi di atas rata-rata bayi sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan berat tubuh. Selain itu, ukuran kulit kepala, tulang tengkorak, dan isi tengkorak juga diperhatikan dalam diagnosis makrosefalus. Meskipun ukuran kepala bayi lebih besar dari biasanya, bagian wajah biasanya tetap normal.

Pada kebanyakan kasus, anak yang mengalami makrosefalus memiliki perkembangan yang sehat dan normal. Namun, ada beberapa kasus di mana makrosefalus dapat menjadi tanda adanya kelainan atau gangguan tertentu. Makrosefalus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti megalensefalus (otak yang membesar) atau hidrosefalus (kelebihan cairan serebrospinal dalam otak). Jika makrosefalus disebabkan oleh megalensefalus, penyebabnya seringkali sulit untuk ditetapkan. Namun, megalensefalus seringkali terkait dengan penyakit metabolik, seperti penyakit Canavan atau penyakit Alexander, serta beberapa sindrom tertentu, seperti gigantisme atau akondroplasia. Pada kondisi-kondisi ini, terjadi pembesaran jaringan otak yang menyebabkan ukuran kepala menjadi lebih besar.

Selain ukuran kepala yang lebih besar, anak dengan makrosefalus juga dapat mengalami gejala lain, seperti keterlambatan perkembangan, keterbelakangan mental, pertumbuhan kepala yang cepat, dan keterlambatan pertumbuhan pada bagian tubuh lainnya. Penyebab makrosefalus dapat bervariasi, seperti kelainan yang terjadi selama tahap embrio, penyakit degeneratif tertentu, atau faktor keturunan dalam keluarga.

Baca Juga:  5 Tips Berpikir Positif saat Hamil

Sementara itu, hidrosefalus adalah kondisi di mana terjadi pemuaian abnormal dari rongga di dalam otak akibat penumpukan cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal ini memiliki peran penting dalam melindungi dan menyokong otak. Namun, ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengaliran cairan ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam otak dan menyebabkan rongga otak membesar. Hidrosefalus dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kelainan bawaan atau akibat penyakit, seperti meningitis, trauma kepala, tumor, kista, spina bifida, atau perdarahan dalam otak.

Perawatan untuk makrosefalus tergantung pada gejala yang dialami oleh anak. Biasanya, perawatan akan difokuskan pada penanganan gejala-gejala spesifik, seperti keterlambatan perkembangan atau keterbelakangan mental. Namun, tidak ada perawatan khusus yang dapat menyembuhkan makrosefalus secara langsung.

Sedangkan untuk hidrosefalus, perawatan yang diberikan akan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Beberapa metode perawatan yang umum dilakukan untuk mengatasi hidrosefalus adalah dengan melakukan pemasangan kateter untuk mengalirkan cairan serebrospinal ke tempat yang lebih aman, melakukan operasi untuk mengurangi penumpukan cairan, atau menggunakan shunt untuk mengalihkan cairan serebrospinal ke bagian tubuh lain yang dapat menyerapnya dengan baik.

Untuk lebih memahami kondisi makrosefalus dan hidrosefalus, serta tindakan penanganan yang diperlukan, sangat disarankan bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, terutama dokter neurologi. Dokter akan dapat memberikan penjelasan yang lebih mendalam dan melakukan pemeriksaan yang diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi yang dialami oleh anak.

Jadi, kesimpulannya, makrosefalus adalah kondisi di mana kepala bayi memiliki ukuran yang lebih besar dari bayi pada umumnya, sedangkan hidrosefalus adalah kondisi di mana terjadi pemuaian rongga otak akibat penumpukan cairan serebrospinal. Meskipun keduanya dapat menyebabkan kepala bayi membesar, penyebab dan gejala dari kedua kondisi ini berbeda. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat membedakan antara kedua kondisi ini agar dapat melakukan tindakan penanganan yang tepat jika anak mengalami masalah pada kepala.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Sweet Seventeen, Dari KTP Hingga Pesta Ratusan Juta