Latih Kreativitas Lewat Permainan Sederhana

Latih Kreativitas Lewat Permainan Sederhana

Perkembangan Balita bisa dilatih lewat permainan sederhana untuk melatih kecerdasan otaknya. Ini rekomendasi permainan untuk melatih perkembangan balita.

Perkembangan balita di masa depan tergantung dari apa yang Bunda tanamkan pada si Kecil sejak sekarang. Selain dengan mengembangkan kecerdasan otaknya, Bunda juga perlu meningkatkan kreativitas si Kecil. Mungkin selama ini Bunda merasa bahwa kreativitas adalah bakat yang diwariskan orangtua. Karena itu wajar jika tidak semua balita bisa tumbuh jadi seseorang yang kreatif. Padahal, kreativitas itu bisa dipelajari dan diasah lho, Bu.

Sebenarnya, kenapa anak harus kreatif? Jangan hanya mengasosiasikan kreativitas dengan karya seni, Bu. Dengan daya kreativitas yang tinggi, si Kecil bisa melihat dunia dari berbagai macam perspektif, lho. Ini akan membantunya dalam bersosialisasi hingga menghadapi masalah. Si Kecil juga akan lebih fleksibel ketika berhadapan dengan kritik, bahkan bisa memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi. Menarik dan sangat berguna, bukan?

Mengasah kreativitas si Kecil juga tidak sesulit yang Bunda bayangkan, kok. Mungkin langsung terlintas di benak Bunda untuk mendaftarkan si Kecil ke sekolah dengan kurikulum yang mendukung kreativitas si Kecil atau berbagai tempat kursus seperti les musik, menyanyi dan menggambar itu juga boleh. Tapi sebenarnya, kreativitas si Kecil bisa Bunda tingkatkan di rumah, melalui berbagai permainan sederhana.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi permainan mudah yang bisa Bunda lakukan bersama si Kecil di usia 3-6 tahun ini:

Heading 2: Mulai dari benda di sekitar rumah

Sesekali di waktu bermainnya, kumpulkan beberapa benda yang cukup familiar bagi si Kecil. Ambil satu benda, misalnya bingkai foto kosong, lalu minta si Kecil untuk menjelaskan seperti apa bentuknya secara detail. Jika ia sudah selesai, tanyakan lagi padanya, apa yang bisa si Kecil simpan dalam bingkai foto tersebut dan sebaiknya bingkai tersebut diletakkan di mana? Lalu biarkan ia menjawab dengan pemahamannya sendiri. Setelahnya, baru Bunda bisa memberi contoh dengan menyelipkan selembar foto ke dalam bingkai, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca Juga:  11 Perusahaan yang Menerapkan Sistem Full WFH dan Hybrid Working

Heading 2: Selipkan di saat bercerita sebelum tidur

Bunda dan si Kecil memiliki rutinitas untuk membaca cerita sebelum tidur? Nah, Bunda bisa menggunakan waktu tersebut untuk meningkatkan kreativitasnya. Bunda bisa memilih satu cerita yang sudah ia ketahui, tapi ubah alurnya menjadi dua pilihan. Misalnya, bagaimana jika Bawang Merah berbaikan dengan Bawang Putih dan menjadi kakak beradik yang rukun? Tentu si Kecil akan tertantang untuk memberikan jawaban versinya sendiri. Cobalah untuk membuat variasi pertanyaan di setiap malam agar kreativitas si Kecil terus tergali.

Heading 2: Bermain dengan gambar bentuk

Siapkan kertas-kertas kosong, lalu mulailah menggambar bentuk dasar dari sebuah benda. Misalnya, Bunda menggambar segitiga. Selanjutnya minta si Kecil untuk menebak kira-kira ia bisa membuat apa ya, dari bentuk segitiga tersebut? Misalnya si Kecil memilih menggambar pegunungan dari bentuk itu. Bunda bisa mengajukan pertanyaan selanjutnya seperti, biasanya di mana pegunungan berada?

Ulangi permainan ini dengan bentuk yang berbeda. Bunda pun bisa meningkatkan tantangannya dengan menggambar dua bentuk yang sama berdampingan. Misalnya, dua lingkaran. Minta si Kecil untuk mengira-ngira gambar apa yang bisa ia dapatkan dengan dua lingkaran tersebut.

Heading 2: Bermain menghubungkan kata

Di usia ini, biasanya balita sudah mengenal banyak kosakata. Untuk itu, manfaatkanlah perkembangan balita yang satu ini untuk mengasah kreativitasnya yaitu lewat permainan menghubungkan kata.

Aturan bermainnya, Bunda menyebutkan satu kata, lalu si Kecil harus membalas dengan satu kata yang berhubungan dengan kata pertama. Misalnya, Bunda menyebut “dapur”, lalu si Kecil akan membalas dengan “masak”. Kembangkan terus kata-kata yang Bunda lontarkan agar otak si Kecil semakin giat berpikir.

Bunda juga bisa memasukkan permainan ini di saat si Kecil bermain dengan teman-teman, sepupu, atau anggota keluarga lainnya. Jadi si Kecil tak hanya merespon kata yang dilemparkan oleh Bunda, tapi juga belajar untuk melempar kata baru kepada anggota permainan lainnya. Selain jadi kreatif, ini juga bisa membuat si Kecil merasa penting dalam permainan ini.

Baca Juga:  Convoi Jakarta, Restoran Baru yang Langsung Jadi Favorit Warga Jaksel dan Bintaro

Heading 2: Permainan Boneka Jari

Salah satu cara menyenangkan lainnya untuk memicu perkembangan balita adalah bermain drama dengan boneka. Untuk itu, ayo buat boneka jari sederhana dari kain perca atau belikan ia boneka jari yang terdapat di toko mainan, lalu ajak ia untuk mendongeng bersama. Bunda tak harus membuat satu cerita panjang, kok. Cukup dengan mengembangkan dialog antar tokoh tersebut dan pancing si Kecil untuk melontarkan ide-ide baru untuk meneruskan dialog tersebut, atau minta si Kecil berperan menjadi salah satu tokohnya.

Mudah untuk diikuti, bukan? Bayangkan jika Bunda memberikan rangsangan seperti ini setiap harinya. Bunda tentu akan membantu perkembangan kreativitas si Kecil sehingga ia dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kreatif nantinya.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com