Ketika Si Kecil Merebut Mainan Temannya

Ketika Si Kecil Merebut Mainan Temannya

Tahap balita seringkali dikatakan sebagai salah satu tahap yang paling menentukan bagi anak. Pada tahap tersebut, si Kecil mulai melihat dirinya sebagai ‘diri’ secara utuh. Perlahan, dia mampu menyadari bahwa dirinya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada orangtua. Ya, mereka memang masih tetap membutuhkan perhatian dari kita. Hanya saja, di usia ini, si Kecil sudah mulai memperlihatkan perilaku ingin ‘lepas’ dari lingkungan rumah.

Pernahkah Bunda mengalami hal tersebut?

Dulu, saya amat menanti-nantikan perkembangan sosial si Kecil ini. Saya bayangkan dia tumbuh dari anak yang sebelumnya pemalu, tapi perlahan dapat menjalin pertemanan dengan teman-teman di sekitar rumah. Sayangnya, tidak semua harapan berjalan mulus, Bu. Tiba-tiba Si Kecil ternyata hobi merebut mainan temannya!

Pernahkah Bunda mengalami hal tersebut?

Dari kejadian tersebut, saya pun mulai mencari tahu dan berkonsultasi kepada dokter serta teman dan saudara tentang cara menghadapi anak yang sulit berbagi. Dari situ, saya menemukan beberapa tips menarik yang bisa Bunda praktekkan kepada si Kecil:

1. Tekankan terlebih dulu dalam diri Bunda bahwa ketika si Kecil tidak mau berbagi, bukan berarti dia selalu egois. Dia hanya bertindak sesuai usianya. Hal ini akan membantu Bunda untuk menghadapi si Kecil dengan lebih tenang.

2. Saat si Kecil mulai merebut mainan temannya, dekati si Kecil. Ajak dia untuk berbicara secara perlahan dan berikan pengertian padanya akan konsep kepemilikan. “Mainan ini punya Andi. Kalau Adik mau pakai, harus tanya Andi dulu baik-baik.” Beritahu si Kecil bagaimana cara meminta izin dengan sopan.

3. Terkadang, seringkali si Kecil justru menangis dan terlihat kesal ketika diminta untuk mengembalikan mainan. Cobalah untuk menunggunya menangis hingga tenang, kemudian peluk dia dengan penuh kasih sayang. Berikan pengertian pada si Kecil bahwa benda tersebut bukanlah miliknya.

4. Susanne Ayers Denham, psikolog asal Amerika Serikat mengatakan bahwa si Kecil bisa terbiasa untuk berbagi jika dicontohkan oleh ibu. Misalnya, ajak dia untuk menawari temannya kue miliknya. Atau, ketika Bunda membawa kue, tunjukkan pada si Kecil cara berbagi dengan memberikan sebagian kue milik Bunda padanya.

5. Pada saat bermain bersama teman sebaya, ajarkan si Kecil untuk bermain mainan secara bergantian. Memahami kapan dia bisa memainkan mainan dan kapan benda tersebut harus diberikan pada teman akan melatih si Kecil untuk mengembangkan jiwa berbagi dalam dirinya.

Baca Juga:  10 Daftar SMP Terbaik dari Bandung, Dari Negeri Sampai Swasta

Tips-tips di atas sebaiknya diterapkan pada si Kecil sejak usia dini ya, Bu. Jangan lupa, supaya tips ini bisa berhasil, tentunya diperlukan kesabaran dan konsistensi dari Bunda untuk membimbing si Kecil dari waktu ke waktu.

Heading 2: Mengapa Si Kecil Sulit Berbagi?

Pada usia balita, anak cenderung memiliki sifat egois. Hal ini adalah wajar mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan dan kesadaran diri yang belum sepenuhnya terbentuk. Mereka belum sepenuhnya memahami konsep berbagi dan cenderung lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan pribadi. Selain itu, anak juga masih dalam tahap belajar mengontrol emosi dan mengatur keinginan sendiri. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk mengerti dan menerima bahwa mainan yang ada di tangan temannya seharusnya tidak boleh diambil seenaknya.

Heading 2: Pentingnya Mengajarkan Si Kecil Berbagi

Mengajarkan si Kecil untuk berbagi sangat penting dalam membangun sikap sosial dan empati pada anak. Dengan mengajarkan konsep berbagi, anak akan belajar menghargai kebutuhan dan hak orang lain, serta mengembangkan kemampuan untuk berempati dan memahami perasaan orang lain. Selain itu, kemampuan berbagi juga akan membantu anak dalam membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman-temannya.

Heading 3: Tips Mengajarkan Si Kecil Berbagi

1. Berikan contoh yang baik
Sebagai orangtua, Bunda memiliki peran penting dalam mengajarkan si Kecil tentang berbagi. Berikan contoh yang baik dengan secara aktif berbagi dengan orang lain di hadapan si Kecil. Misalnya, ajak si Kecil untuk membantu memberikan makanan kepada saudara atau teman yang datang berkunjung. Dengan melihat contoh dari Bunda, si Kecil akan lebih mudah memahami konsep berbagi.

2. Ajarkan konsep kepemilikan
Berikan pengertian pada si Kecil mengenai konsep kepemilikan. Jelaskan bahwa setiap orang memiliki hak atas barang atau mainan yang dimilikinya. Ajak si Kecil untuk meminta izin ketika ingin menggunakan mainan temannya. Dengan memahami konsep kepemilikan, si Kecil akan lebih bisa menghargai hak orang lain dan tidak sembarang merebut mainan mereka.

3. Berikan pujian dan penghargaan
Saat si Kecil berhasil berbagi atau membiarkan temannya menggunakan mainan, berikan pujian dan penghargaan padanya. Hal ini akan memperkuat sikap positif si Kecil terhadap berbagi. Misalnya, katakan padanya bahwa dia sangat baik dan mengerti cara berbagi dengan teman-temannya. Pujian dan penghargaan akan membuat si Kecil merasa senang dan ingin melakukannya lagi di masa mendatang.

Baca Juga:  Rekomendasi Daycare di Depok Terbaik dan Kisaran Harganya

4. Latih kesabaran dan empati
Ajarkan si Kecil untuk bersabar dan merasakan perasaan temannya. Misalnya, jika temannya sedang menggunakan mainan, ajak si Kecil untuk menunggu giliran dengan sabar. Latih si Kecil untuk memahami perasaan temannya dan berempati dengan mereka. Dengan melatih kesabaran dan empati, si Kecil akan lebih mudah untuk mengerti dan menerima konsep berbagi.

5. Jangan memaksa atau menghukum
Hindari menggunakan kekerasan fisik atau menghukum si Kecil ketika ia sulit untuk berbagi. Ini hanya akan membuatnya takut dan memperburuk situasi. Sebaliknya, berikan pengertian dengan lembut dan sabar. Ajak si Kecil untuk berbicara dan cari solusi bersama. Dengan pendekatan yang positif, si Kecil akan lebih terbuka untuk belajar dan mengerti.

Heading 3: Mengatasi Rasa Cemburu

Selain masalah berbagi, mungkin Bunda juga pernah mengalami si Kecil yang cemburu saat melihat temannya mendapatkan perhatian lebih atau memiliki mainan yang lebih bagus. Rasa cemburu adalah hal yang wajar pada anak-anak, namun perlu penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi sikap yang negatif. Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi rasa cemburu pada si Kecil:

1. Berikan perhatian dan kasih sayang yang adil
Pastikan si Kecil merasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sama dari Bunda. Jangan membuat perbandingan antara si Kecil dengan temannya atau saudara lainnya. Berikan waktu dan perhatian secara adil sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing anak.

2. Ajarkan menghargai perbedaan
Beri pengertian pada si Kecil tentang pentingnya menghargai perbedaan. Jelaskan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk dirinya sendiri. Ajak si Kecil untuk fokus pada kelebihan dan keunikan yang dimilikinya, bukan membandingkan dengan orang lain.

3. Libatkan si Kecil dalam aktivitas yang positif
Ajak si Kecil untuk terlibat dalam aktivitas yang positif dan memberikan rasa kepuasan. Misalnya, ajak si Kecil untuk bermain atau belajar bersama. Dengan melibatkan si Kecil dalam aktivitas yang positif, ia akan lebih sibuk dan tidak terlalu fokus pada apa yang dimiliki oleh orang lain.

Baca Juga:  Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi Favorit para Ibu

4. Latih rasa syukur
Ajarkan si Kecil untuk bersyukur atas apa yang dimilikinya. Berikan apresiasi pada setiap hal kecil yang ia dapatkan. Misalnya, berikan pujian ketika si Kecil berhasil menyelesaikan tugas atau mencapai prestasi. Dengan melatih rasa syukur, si Kecil akan lebih fokus pada apa yang dimilikinya daripada membandingkan dengan orang lain.

5. Jaga komunikasi yang baik
Selalu jaga komunikasi yang baik dengan si Kecil. Ajak dia untuk berbicara tentang perasaan cemburu yang dialaminya dan berikan dukungan serta pengertian. Dengarkan dengan penuh perhatian dan cari solusi bersama. Dengan menjaga komunikasi yang baik, si Kecil akan merasa lebih nyaman untuk berbagi perasaannya dengan Bunda.

Heading 2: Kesimpulan

Mengajarkan si Kecil untuk berbagi dan mengatasi rasa cemburu adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi dari Bunda. Dengan memberikan contoh yang baik, mengajarkan konsep kepemilikan, memberikan pujian dan penghargaan, serta melatih kesabaran dan empati, si Kecil akan belajar untuk menghargai orang lain dan mengembangkan sikap sosial yang baik. Selain itu, mengatasi rasa cemburu dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang adil, mengajarkan menghargai perbedaan, melibatkan dalam aktivitas positif, melatih rasa syukur, dan menjaga komunikasi yang baik juga akan membantu si Kecil untuk tumbuh menjadi anak yang lebih baik.

Dalam menghadapi si Kecil yang sulit berbagi, penting bagi Bunda untuk tetap tenang dan sabar. Ingatlah bahwa ini adalah tahap perkembangan yang normal dan akan terlewati seiring dengan waktu. Jangan lupa memberikan pujian dan penghargaan pada setiap usaha dan kemajuan yang si Kecil tunjukkan. Dengan adanya dukungan dan bimbingan dari Bunda, si Kecil akan belajar untuk berbagi dan mengatasi rasa cemburu dengan baik.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com