Apa Itu Strict Parents, Tanda-tanda dan Dampak Buruknya pada Anak


Strict parents adalah orang tua yang menerapkan pola asuh ketat terhadap anak-anak mereka. Mereka memiliki banyak aturan dan pembatasan dalam kehidupan sehari-hari anak. Tujuan mereka adalah untuk mendisiplinkan anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sukses. Namun, pola asuh ini juga memiliki dampak negatif pada tumbuh kembang anak.

Tanda-tanda strict parents dapat dilihat dari sikap dan perilaku orang tua terhadap anak-anak mereka. Pertama, mereka tidak memiliki toleransi sedikit pun pada anak-anak mereka. Mereka tidak menerima alasan anak ketika melakukan kesalahan dan tidak memberikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan diri. Hal ini dapat membuat anak merasa tidak dihargai dan rendah diri.

Kedua, strict parents membuat banyak aturan untuk anak-anak mereka. Mereka ingin anak-anak selalu disiplin dan patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan. Namun, terlalu banyak aturan dapat membebani anak dan membuat mereka merasa tertekan. Sebaiknya, orang tua hanya membuat aturan yang simpel dan fokus pada hal-hal penting saja.

Selanjutnya, anak-anak dengan orang tua strict tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang. Mereka hidup dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya dan jarang memiliki waktu untuk beristirahat. Hal ini dapat menyebabkan anak merasa stres dan kelelahan. Penting bagi anak untuk memiliki waktu luang dan tidak selalu sibuk dengan aktivitas yang telah ditentukan oleh orang tua.

Selain itu, strict parents sering mengomeli anak-anak mereka. Mereka mengomeli tentang segala hal, mulai dari pekerjaan rumah hingga kegiatan ekstrakurikuler. Mengomeli anak secara terus-menerus dapat membuat anak kehilangan kepercayaan diri dan kehilangan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Strict parents juga memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadap anak-anak mereka. Mereka memiliki aturan yang terlalu ketat dan ekstrem, sehingga anak-anak merasa tertekan dan sulit untuk memenuhi ekspektasi orang tua. Ekspektasi yang berlebihan dapat menghambat perkembangan anak dan membuat mereka merasa tidak berdaya.

Baca Juga:  Berbeda dengan Mimpi Buruk, Ini 7 Arti Mimpi Stres yang Umum Terjadi

Selanjutnya, strict parents tidak memberikan pilihan kepada anak-anak mereka. Mereka tidak memberikan kesempatan pada anak untuk membuat keputusan sendiri. Padahal, memberikan sedikit kebebasan memilih dapat membantu anak untuk belajar memutuskan dan membentuk kebiasaan yang baik.

Terakhir, strict parents sering mengancam anak-anak mereka. Mereka menggunakan ancaman sebagai cara untuk mengendalikan perilaku anak. Ancaman dapat membuat anak merasa takut dan tidak aman. Hal ini dapat menghambat perkembangan emosional anak dan membuat mereka sulit untuk mengungkapkan emosi.

Dampak pengasuhan strict parents pada tumbuh kembang anak dapat sangat signifikan. Pertama, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua strict cenderung bergantung pada orang lain. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk membuat pilihan sendiri dan selalu bergantung pada arahan orang tua. Hal ini membuat mereka sulit untuk menghadapi situasi yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Kedua, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua strict cenderung rendah diri. Mereka kehilangan kepercayaan diri dan merasa sulit untuk beradaptasi di lingkungan baru. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengambil tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri.

Selanjutnya, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua strict cenderung menjadi pemberontak. Mereka merasa terbebani dengan aturan yang diberikan oleh orang tua dan akhirnya melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Mereka mencoba untuk mengungkapkan diri dan mencari kebebasan yang mereka rasa tidak mereka dapatkan dari orang tua.

Terakhir, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua strict sulit untuk mengungkapkan emosi mereka. Mereka terbiasa menahan emosi dan tidak diajarkan bagaimana cara yang tepat untuk mengungkapkannya. Hal ini dapat menyebabkan masalah emosional pada anak di masa depan.

Untuk itu, sebagai orang tua, sangat penting untuk memahami dampak dari pola asuh yang ketat. Penting untuk memberikan anak sedikit kebebasan dalam mengambil keputusan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar dan berkembang. Dengan memberikan pola asuh yang lebih fleksibel dan mendukung, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.

Baca Juga:  Serba-serbi Jamur: Protein Nabati yang Sering Terlupa


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com