8 Peralatan ASI untuk bantu jaga kesehatan bayi

8 Peralatan ASI untuk Bantu Jaga Kesehatan Bayi

Rutin memeriksa kebersihan peralatan ASI bisa jadi langkah baik dalam menjaga kesehatan buah hati. Saat bayi memasuki usia 6 bulan, tandanya ia sudah siap untuk mencoba makan makanan padat pertamanya atau dikenal dengan istilah MPASI. Tugas Bunda pun otomatis bertambah, yaitu mempersiapkan makanan buah hati. Di samping itu, Bunda juga harus menjaga agar peralatan MPASI selalu bersih supaya tidak menjadi sarang kuman dan bakteri yang dapat membuat bayi terserang penyakit. Bagaimana caranya? Langsung deh simak informasi yang sudah saya kumpulkan berikut ini:

Cuci Tangan Terlebih Dulu
Pertama-tama, pastikan tangan Bunda dalam kondisi bersih sebelum membersihkan peralatan MPASI. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun khusus cuci tangan yang mengandung antiseptik. Cara ini sangat penting dilakukan untuk mencegah perpindahan kuman dan bakteri dari tangan Bunda ke peralatan makan bayi. Pastikan juga Bunda mencuci tangan hingga ke sela-sela jari dan kuku hingga benar-benar bersih, ya.

Lepas Semua Komponen Sebelum Dicuci
Mencuci peralatan makan bayi harus dibersihkan hingga ke semua bagian yang terselip. Untuk itu Bunda harus melepaskan semua komponen pada alat MPASI sebelum mencucinya. Dengan melepas semua komponen terlebih dulu, akan lebih mudah untuk Bunda membersihkannya dan tidak ada bagian yang terlewat untuk dicuci.
Contoh peralatan yang harus dilepas semua komponennya adalah botol susu. Lepaskan tutup dan dot kemudian bersihkan masing-masing peralatan tersebut hingga ke sela-sela terkecil. Selain botol susu, ada food processor yang memiliki banyak komponen. Jangan malas untuk melepas dan membersihkan semua komponennya satu per satu ya, Bu.

Gunakan Sabun Cuci Khusus Bayi
Ini, nih, yang tidak boleh sampai terlewatkan, yaitu pemilihan sabun cuci. Jangan asal memilih sabun cuci ya, Bu, tapi sebaiknya gunakan sabun yang khusus untuk membersihkan alat makan bayi. Kandungan pada sabun cuci bayi biasanya lebih lembut dibandingkan sabun cuci piring biasa, mengandung anti bakteri dan moisturizer, serta tidak mengandung zat pewangi yang menyengat. Untuk sponge pembersih peralatan bayi sebaiknya juga dipisah, Bu, agar bakteri dari peralatan lainnya tidak tercampur.

Baca Juga:  Apa itu Organic Parenting? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Pakai Sikat Khusus untuk Membersihkan Botol Susu
Botol susu bayi banyak ditempeli lemak dari susu. Untuk itu diperlukan cara khusus untuk membersihkannya. Setelah selesai digunakan, sebaiknya botol susu segera dibersihkan, jangan ditumpuk dengan peralatan kotor lainnya. Selain itu Bunda harus memakai sikat botol khusus untuk membersihkan bagian dalam botol. Mulailah dengan menggosok bagian bibir botol, lalu masuk dan bersihkan bagian dalamnya.

Bilas Menggunakan Air Mengalir
Untuk peralatan MPASI bayi harus dibilas menggunakan air mengalir dari keran ya, Bu. Jangan pernah membilasnya dengan air tampungan, karena bisa jadi sudah tercampur dengan berbagai kuman dan bakteri dari peralatan makan lainnya. Kuman dan bakteri tersebut bisa berpindah tempat ke alat makan bayi yang tentunya dapat membuat peralatan bayi jadi tidak higienis lagi.

Direndam di Dalam Air Panas
Supaya kuman dan bakteri yang tersisa setelah proses pencucian benar-benar mati, ada baiknya untuk melanjutkannya dengan proses sterilisasi. Caranya adalah dengan merendam semua alat MPASI bayi di dalam air panas. Tak perlu merebusnya! Merendam peralatan bayi terlalu lama juga dapat merubah bentuknya. Jadi, cukup rendam di dalam air panas selama 5 menit saja, kemudian tiriskan.

Gunakan Sterilizer
Jika ingin yang lebih praktis dan terjamin kebersihannya, Bunda bisa menggunakan sterilizer. Alat ini dilengkapi dengan teknologi double blower dan PTC Heater yang membuatnya memiliki panas yang merata serta dapat mengeringkan alat makan bayi lebih cepat.
Sterilizer juga dapat digunakan untuk membersihkan mainan-mainan bayi, sehingga aman saat ia memasukkannya ke dalam mulut. Jika belum akan digunakan, peralatan makan bayi bisa disimpan di dalam sterilizer agar tetap terjaga kebersihannya, sebab pintunya sudah disertai dengan daya kedap yang mencegah kuman dan bakteri masuk.

Baca Juga:  5 Macam Vitamin untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Simpan di Dalam Wadah Tertutup
Terakhir, setelah selesai dibersihkan dan peralatan MPASI bayi sudah kering, langsung simpan di wadah tertutup tersendiri ya, Bu. Cara ini sangat penting untuk dilakukan supaya peralatannya selalu bersih dan tidak terkontaminasi oleh debu maupun kotoran yang bisa menempel dari udara di sekitarnya.

Dengan menjaga kebersihan peralatan ASI dengan baik, Bunda dapat membantu menjaga kesehatan bayi dan menghindari risiko infeksi atau penyakit yang bisa timbul akibat peralatan yang tidak higienis. Selain itu, perhatikan juga kualitas dari peralatan ASI yang digunakan. Pastikan peralatan yang digunakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A).

Demikianlah beberapa tips dalam menjaga kebersihan peralatan ASI untuk bantu jaga kesehatan bayi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para ibu yang sedang merawat bayinya. Jaga kebersihan peralatan ASI dengan baik dan selalu perhatikan kondisi kesehatan bayi agar tumbuh kembangnya optimal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com