5 Faktor Penyebab Kepala Bayi Peyang

5 Faktor Penyebab Kepala Bayi Peyang

Kepala bayi peyang adalah kondisi yang mungkin saja terjadi pada si Kecil. Bisa terjadi saat baru lahir atau juga malah beberapa waktu setelahnya. Kepala bayi peyang terjadi ketika salah satu sisi kepala bayi yang seharusnya bulat sempurna menjadi peyang atau datar. Kondisi kepala bayi peyang tidak akan memengaruhi perkembangan otaknya. Namun kondisi ini bisa menyebabkan bentuk wajah si Kecil jadi tidak simetris di pertumbuhannya nanti.

Apa itu Kepala Bayi Peyang?
Kepala bayi peyang disebut flat head syndrome dalam dunia medis. Kondisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Plagiocephaly yaitu kepala si Kecil peyang di salah satu sisi sehingga kepalanya menjadi terlihat tidak simetris. Biasanya posisi kedua telinga si Kecil terlihat tidak sejajar atau kepala tampak tidak rata jika dilihat dari atas.
Brachycephaly yaitu kepala si Kecil peyang namun pada sisi belakang kepalanya. Biasanya kepala bayi akan terlihat melebar dan dahinya lebih menonjol ke depan.
Jika kondisi-kondisi di atas dibiarkan, maka bentuk kepala bayi ini bisa jadi menetap atau permanen seiring dengan bertumbuh dan bertambahnya usia mereka di kemudian hari.

Faktor Penyebab Kepala Bayi Peyang

Posisi Tidur si Kecil
Posisi tidur si Kecil yang telentang dan dilakukan dalam waktu yang lama biasanya jadi penyebab yang paling umum kepala bayi peyang. Posisi tidur ini pada dasarnya memang lebih aman untuk si Kecil. Namun, jika dilakukan terus menerus selama berjam-jam bisa memengaruhi bentuk kepala bayi menjadi datar atau peyang. Tekanan muncul karena posisi tidur si Kecil yang telentang yang kemudian membuat bentuk kepala yang harusnya bulat jadi tidak simetris.

Masalah sejak di dalam rahim
Di beberapa kasus, bayi mengalami tekanan besar di jalur rahim saat dilahirkan. Sehingga kepala bayi peyang. Tapi mungkin juga kondisi ini terjadi sejak di dalam rahim misalnya karena mengalami cedera atau kekurangan cairan ketuban.

Baca Juga:  10 Penyebab Orang Tua Gampang Marah ke Anak dan Cara Mengatasinya!

Ketegangan otot leher
Penyebab kepala bayi peyang mungkin juga terjadi karena tortikolis atau gangguan otot leher yang terjadi pada si Kecil sejak dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Biasanya faktor ini membuat si Kecil sulit menoleh dan kepalanya cenderung berada di posisi sama dalam waktu yang lama.

Bayi lahir prematur
Saat lahir prematur, maka otomatis tulang tengkorak bayi biasanya akan lebih lunak dengan bayi yang lahir pada cukup umur. Bisa juga karena keterbatasan mereka untuk menggerakkan atau mengganti posisi kepala bayi yang lahir prematur cenderung tidur pada salah satu sisi kepala.

Kelainan tulang tengkorak
Dalam beberapa kasus, kepala bayi peyang terjadi karena penyatuan lempengan tulang tengkorak yang terlalu dini atau disebut craniosynostosis. Sehingga karena kondisi ini bentuk kepala mereka jadi tidak sempurna. Kondisi ini perlu penanganan dokter dengan tepat karena jika dibiarkan bisa menimbulkan gangguan penglihatan dan keterlambatan perkembangan kognitif pada bayi.

Mengatasi Kepala Bayi Peyang
Kondisi kepala peyang bayi secara umum tidak memerlukan perawatan atau tindakan khusus dari dokter. Bisa dimulai dengan Bunda melakukan beberapa tindakan pencegahan. Tapi jika ada kondisi khusus tertentu biasanya Bunda perlu bertemu dengan dokter spesialis karena si Kecil akan membutuhkan terapi fisik atau menggunakan helm khusus.

Terapi fisik dilakukan nantinya akan secara rutin dengan tujuan meningkatkan refleks gerak leher si Kecil. Terapi ini tentunya perlu dilakukan hati-hati pada bayi namun juga perlu konsisten untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Jika dengan terapi fisik ini kondisi kepala bayi peyang tidak berangsur membaik, ada metode yang lebih terperinci dengan melakukan carniar orthotic therapy.

Jenis metode ini menggunakan helm atau ikat kepala khusus yang digunakan si Kecil nantinya dengan harapan mengembalikan bentuk kepalanya. Namun, terapi ini biasanya bisa dilakukan ketika si Kecil berusia 4-12 bulan. Terapi ini umumnya membutuhkan waktu enam bulan tapi hal ini bergantung pula dari seberapa parah masalahnya. Helm atau ikat kepala khusus ini penggunaannya punya tujuan memberi tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi yang lain sehingga memungkinkan pertumbuhan yang merata di seluruh bagian tulang tengkoraknya.

Baca Juga:  5 Tips Membuat MPASI Bayam yang Aman dan Bernutrisi

Mencegah Kepala Bayi Peyang
Mengubah posisi tidur si Kecil
Jika dirasa posisi tidur terlentang si Kecil sudah berlangsung lama, Bunda bisa mengubah posisi tidur si Kecil dari sisi kanan atau sisi kiri secara berkala. Tempatkan sisi kepala yang lebih bulat menyentuh kasur dan sisi kepala bayi peyang ke arah atas. Lakukan ubah posisi ini juga saat menyusui ya Bu. Tukar posisi bayi dari satu sisi ke sisi lainnya.

Menggendong bayi
Saat menggendong bayi Bunda bisa lakukan dengan variasi yang beragam. Misalnya posisi ketika si Kecil tegak, kemudian posisi didekap atau miring. Dengan variasi menggendong ini akan mengurangi tekanan berlebihan pada satu sisi kepalanya.

Mengubah posisi tempat tidurnya
Di umurnya yang masih hitungan bulan si Kecil biasanya tertarik untuk melihat benda-benda seperti jendela atau mainan yang posisinya berada di atas kepalanya. Nah jika Bunda mengubah posisi si Kecil atau bendanya dengan rutin dan berkala akan mendorong kepala si Kecil menengok pada arah yang berbeda sehingga tekanan yang dialami lebih seimbang dan tidak condong pada satu sisi.

Melakukan latihan perut (tummy time)
Saat kondisi si Kecil terjaga, Bunda bisa membiasakan atau membiarkan si kecil dalam posisi tengkurap atau tummy time. Biasanya Bunda bisa lakukan hal ini sejak si Kecil berusia 4 bulan. Aktivitas ini tidak hanya mencegah kepala bayi peyang tapi juga mengembangkan kemampuan motoriknya. Tummy time bisa memperkuat otot leher bayi sehingga mereka bisa lebih mudah menggerakkan kepalanya saat tidur. Pastikan Bunda selalu mengawasi saat bayi dalam posisi tengkurap untuk mencegah hal buruk terjadi ya. Lakukan dengan anjuran dan cara yang tepat.

Baca Juga:  Anakku Tidak Hanya Mengalami Craniosynostosis, Kondisi Ubun-ubun Kepala Tertutup Sejak Lahir

Berikut beberapa hal mengenai kepala bayi peyang. Waspada sebelum terlambat adalah hal yang tidak salah ya Bu. Pahami dari sekarang untuk mencegah kemungkinan yang kurang baik bisa terjadi.

Bunda juga perlu waspada jika perkembangan dan pertumbuhan si Kecil tidak optimal. Untuk itu pastikan selalu optimal dengan pemberian ASI dengan kualitas yang paling terbaik sehingga nutrisi yang si Kecil butuhkan dapat diberikan dengan baik. Namun jika ASI dirasa tidak cukup, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com