4 Mitos Makanan Ibu Hamil dari Berbagai Negara

4 Mitos Makanan Bunda Hamil dari Berbagai Negara

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa mitos makanan yang berkaitan dengan kehamilan yang dipercaya turun-temurun di berbagai negara. Terkadang, mitos-mitos ini terdengar tidak masuk akal atau bahkan aneh. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa mitos-mitos ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat di negara-negara tersebut. Yuk, kita simak informasinya lebih lanjut!

1. Jepang
Di Jepang, terdapat mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi makanan pedas. Makanan pedas dipercaya dapat membuat bayi yang dikandung menjadi anak yang pemarah. Mitos ini muncul karena makanan pedas dianggap memiliki sifat yang panas. Selain itu, ibu hamil di Jepang juga dipercaya tidak boleh melihat api. Pasalnya, masyarakat Jepang meyakini bahwa melihat api dapat menyebabkan bayi lahir dengan tanda lahir tertentu di tubuhnya.

2. Portugal
Di Portugal, terdapat mitos yang menghubungkan bentuk buah dan sayuran yang dikonsumsi ibu hamil dengan jenis kelamin bayi yang akan lahir. Jika ibu hamil sering mengonsumsi buah dan sayuran berbentuk bulat, dipercaya bahwa bayi yang akan lahir adalah perempuan. Namun, jika ibu hamil sering mengonsumsi buah dan sayuran berbentuk lonjong, dipercaya bahwa bayi yang akan lahir adalah laki-laki. Selain itu, di Portugal juga terdapat kepercayaan bahwa ibu hamil harus menjauhi hewan peliharaan. Hal ini dikarenakan kepercayaan bahwa ibu hamil yang berinteraksi dengan hewan peliharaan akan melahirkan bayi dengan bulu lebat.

3. Tiongkok
Di Tiongkok, terdapat larangan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi kepiting. Hal ini dikarenakan kepercayaan bahwa mengonsumsi kepiting dapat membuat bayi yang dikandung menjadi anak yang nakal atau memiliki lebih dari 10 jari pada kedua tangannya. Selain itu, mengonsumsi cumi-cumi juga dipercaya dapat membuat rahim ibu hamil lengket. Tentu saja, mitos-mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Baca Juga:  Pesan Di Balik Film Inside Out

4. India
Di India, terdapat berbagai mitos yang berbeda-beda tergantung dari wilayahnya. Sebagai contoh, di wilayah Andrha Pradesh, ibu hamil dilarang mengonsumsi makanan berwarna cerah seperti pepaya dan labu kuning. Hal ini dikarenakan masyarakat setempat meyakini bahwa makanan berwarna cerah terlalu panas untuk janin. Di wilayah Gujarat, ibu hamil dilarang mengonsumsi susu, yoghurt, pisang, dan makanan berwarna putih lainnya. Masyarakat setempat percaya bahwa makanan berwarna putih terlalu dingin untuk janin.

5. Tanzania
Di Tanzania, terdapat larangan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi daging. Masyarakat setempat meyakini bahwa sifat hewan yang dikonsumsi akan menurun ke janin. Oleh karena itu, ibu hamil di Tanzania dianjurkan untuk menjauhi makanan yang mengandung daging.

Itulah beberapa mitos makanan ibu hamil dari berbagai negara. Tentu saja, mitos-mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak dapat dipercaya secara mutlak. Setiap kehamilan adalah unik dan setiap ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai makanan yang baik dikonsumsi selama masa kehamilan.

Meskipun begitu, mengetahui mitos-mitos ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tambahan mengenai kepercayaan masyarakat di berbagai negara. Selain itu, kita juga dapat melihat perbedaan budaya dan kepercayaan yang ada di seluruh dunia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para ibu hamil dan calon ibu hamil di seluruh dunia. Tetaplah mengutamakan kesehatan dan mendapatkan informasi yang akurat dari tenaga medis yang kompeten.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com