15 Alasan Orang-orang Menjadi Swingers


Swinging adalah aktivitas seksual di mana kedua pasangan berkomitmen, tapi juga terlibat secara seksual dengan orang lain. Meskipun aktivitas ini mungkin terdengar tabu dan kontroversial bagi sebagian orang, ternyata ada beberapa alasan yang mendorong orang untuk menjadi swinger. Dalam artikel ini, kita akan membahas 15 alasan yang mendorong orang menjadi swinger.

1. Tidak mau selingkuh atau berpisah
Salah satu alasan utama yang mendorong seseorang untuk menjadi swinger adalah karena mereka tidak ingin berselingkuh atau berpisah. Mereka menyadari bahwa mereka berdua memiliki dorongan yang kuat untuk berhubungan seks dengan orang lain, namun mereka tidak ingin melanggar komitmen mereka satu sama lain. Dengan menjadi swinger, mereka dapat memenuhi kebutuhan seksual mereka tanpa harus berselingkuh atau berpisah.

2. Biseksual
Bagi mereka yang biseksual, menjadi swinger mungkin merupakan satu-satunya cara untuk benar-benar puas secara seksual. Mereka dapat menjalin hubungan seks dengan orang dari jenis kelamin yang berbeda dan memenuhi kebutuhan seksual mereka secara menyeluruh.

3. Kehidupan seks mati, tapi ikatan cinta masih ada
Terkadang, dalam suatu hubungan, kehidupan seksual bisa mati, tetapi ikatan cinta antara pasangan masih ada. Dalam situasi ini, beberapa pasangan memilih untuk menjadi swinger agar dapat mempertahankan hubungan mereka yang kuat sambil tetap memenuhi kebutuhan seksual mereka.

4. Sudah memiliki anak
Seringkali, pasangan yang sudah memiliki anak memilih untuk menjadi swinger sebagai cara untuk tetap bersama secara fisik. Mereka menyadari bahwa perasaan cinta di antara mereka sendiri sudah hilang, namun mereka tidak ingin anak-anak mereka tumbuh dalam keluarga dengan orang tua terpisah. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk tetap bersama dan menjadi swinger agar kebutuhan seksual mereka tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Panduan Pemeriksaan Kehamilan di Era New Normal

5. Pasangan seorang voyeuristik
Bagi sebagian orang, menjadi swinger bisa menjadi sensasi besar, terutama bagi mereka yang memiliki sifat voyeuristik. Mereka menikmati melihat pasangan mereka berhubungan seks dengan orang lain dan bertukar pasangan seksual hanya sesekali untuk memenuhi fantasi seksual mereka.

6. Anda cemburuan dan gemar bersaing
Ada beberapa pasangan yang membutuhkan tingkat kecemburuan dan persaingan tertentu untuk merasa terangsang. Bagi mereka, menjadi swinger memungkinkan mereka merasakan sensasi cemburu tanpa harus khawatir tentang perselingkuhan, karena ada batasan-batasan yang jelas dalam aktivitas swinger.

7. Tidak peduli dengan norma umum
Beberapa orang tidak peduli dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Bagi mereka, menjadi swinger bukanlah hal yang tabu atau aneh. Mereka merasa bebas untuk menjalani kehidupan seksual mereka sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

8. Monogami bukan panggilan jiwa
Tidak semua orang merasa bahwa monogami adalah panggilan jiwa mereka. Beberapa orang merasa bahwa mereka tidak terlahir untuk bermonogami dan tidak ingin menyakiti perasaan pasangan mereka. Namun, mereka juga tidak ingin berkomitmen untuk berhubungan seks hanya dengan satu orang seumur hidup. Dengan menjadi swinger, mereka dapat menjalani kehidupan sesuai dengan sifat sejati mereka tanpa harus menyakiti siapa pun.

9. Seks tidak perlu melibatkan perasaan
Bagi sebagian orang, seks dan perasaan tidak selalu harus berhubungan. Bagi mereka, seks hanyalah tindakan fisik yang menghasilkan kenikmatan, dan mereka tidak merasa butuh hubungan monogami untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka.

10. Butuh meningkatkan rasa percaya diri
Banyak pasangan percaya bahwa bertukar pasangan seksual adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam suatu hubungan. Mereka berpikir bahwa dengan melonggarkan \”tali kekang\” pasangan dan membiarkan mereka bermain hingga pada tingkat yang berterima bagi keduanya, mereka dapat mempercayai pasangan mereka dalam segala situasi.

Baca Juga:  Breastmilk Changes

11. Pernikahan sudah di ujung tanduk
Bagi beberapa pasangan, menjadi swinger hanyalah perhentian terakhir sebelum menuju perceraian. Mereka berharap bahwa dengan melakukan hal-hal seru dan tabu seperti menjadi swinger, pernikahan mereka masih memiliki peluang untuk diselamatkan.

12. Anda siap untuk bergabung
Bagi mereka yang tertarik dengan aktivitas swinger, bergabung dengan komunitas swinger bisa menjadi pilihan yang menarik. Komunitas swinger memiliki klub, bar, pesta kolam, kapal pesiar, dan resor mewah yang dikhususkan bagi para swinger. Meskipun komunitas swinger masih relatif senyap di Indonesia, jumlah pelaku bertukar pasangan seks semakin banyak dan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan.

13. Seks yang tak seimbang
Dalam suatu hubungan, terkadang salah satu pasangan memiliki dorongan seks yang lebih tinggi daripada pasangannya. Dalam situasi ini, mereka mungkin setuju untuk menjadi swinger agar pasangan yang memiliki dorongan seks yang lebih tinggi dapat memuaskan kebutuhan seksualnya.

14. Butuh dilengkapi 100%
Bagi sebagian orang, bertukar pasangan seks bukan hanya tentang kepuasan fisik semata. Mereka mencari pasangan lain yang dapat memenuhi 20% kebutuhan mereka yang belum terpenuhi oleh pasangan mereka saat ini. Dalam beberapa kasus, pasangan mereka sudah memenuhi 80% dari harapan mereka akan pasangan ideal, namun mereka mencari pasangan lain untuk melengkapi sisa 20% tersebut.

15. Seks dan pernikahan adalah dua hal terpisah
Ada beberapa orang yang meyakini bahwa seks dan pernikahan adalah dua hal yang terpisah. Bagi mereka, pernikahan adalah institusi untuk membesarkan anak-anak di lingkungan yang stabil, sedangkan seks adalah hal yang terpisah dan tidak perlu terkait dengan pernikahan.

Meskipun ada beberapa alasan yang mendorong orang untuk menjadi swinger, ada risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk terlibat dalam aktivitas ini. Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa para swinger heteroseksual memiliki risiko yang sama besar untuk mengalami penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, herpes genital, sifilis, dan HIV/AIDS seperti kaum homoseksual atau biseksual. Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka yang tertarik dengan aktivitas swinger untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menggunakan metode pengamanan yang tepat untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

Baca Juga:  Mencoba Gendongan Kangguru? Pelajari Ini Lebih Dulu!

Selain risiko kesehatan, menjadi swinger juga tidaklah mudah karena melibatkan proses negosiasi yang sulit antara pasangan. Tidak semua orang \”terlahir\” untuk menjadi swinger, dan pasangan yang memilih untuk secara terbuka membawa pasangan seksual lain ke dalam hubungan mereka mungkin akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi pandangan miring orang-orang, emosi negatif, dan bahkan masalah hukum di beberapa negara.

Dalam kesimpulannya, menjadi swinger adalah pilihan yang sangat pribadi dan tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu. Meskipun aktivitas ini mungkin menarik bagi sebagian orang, sangat penting untuk mempertimbangkan risiko yang terkait dengan menjadi swinger dan berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan Anda sebelum memutuskan untuk terlibat dalam aktivitas ini.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com