Otak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda, Benarkah?

Otak laki-laki dan perempuan memang memiliki perbedaan yang menarik, Bu. Perbedaan ini terlihat dari berbagai aspek, seperti ukuran, bentuk, dan area aktif dalam otak. Mari kita bahas lebih detail.

Beda Ukuran

Riset dari University of Cambridge dan University of Oxford menunjukkan bahwa otak laki-laki lebih besar ukurannya ketimbang otak perempuan. Selain itu, volume otak laki-laki juga lebih berat. Namun, perbedaan ukuran ini tidak berarti bahwa anak laki-laki lebih cerdas daripada anak perempuan. Prinsip ini sebenarnya sama seperti perbedaan struktur dan massa tubuh antara laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki cenderung lebih besar dan kuat.

Perbedaan ukuran otak ini juga menunjukkan perbedaan fokus kerja otak. Karena memiliki volume yang lebih berat, otak laki-laki cenderung memiliki insting berjuang, kemampuan mengingat, dan kemampuan belajar yang lebih tinggi. Sedangkan perempuan lebih unggul dalam bidang emosional dan bahasa.

Beda Bentuk

Ada istilah yang cukup rumit yaitu Suprachiasmatic Nucleus, yang terdapat di Hipotalamus. Hipotalamus adalah bagian otak yang terdiri dari berbagai nukleus dengan beragam fungsi. Salah satu nukleus tersebut adalah Suprachiasmatic Nucleus, yang memiliki bentuk bulat pada otak laki-laki dan memanjang pada otak perempuan. Namun, secara fungsi dan volume, tidak ada perbedaan yang terbukti antara keduanya.

Beda Area Aktif

Otak laki-laki dan perempuan juga memiliki perbedaan dalam area aktifnya. Kita pasti pernah mendengar tentang otak kanan dan otak kiri. Kedua bagian ini memiliki cara kerja yang berbeda. Otak kanan cenderung bekerja secara acak, intuitif, dan holistik, sedangkan otak kiri bekerja berdasarkan logika, berurutan, dan rasional.

Pada laki-laki, area yang aktif adalah bagian otak kiri. Hal ini menjadikan laki-laki lebih cenderung berpikir tentang solusi dan logika. Sedangkan pada perempuan, kedua bagian otaknya aktif. Oleh karena itu, di balik tindakan perempuan, masih ada pengaruh perasaan dan intuisi.

Baca Juga:  Rekomendasi Sekolah Katolik dan Kristen Favorit Orang Tua

Sebuah penelitian di Kenny Krieger Institute menunjukkan hasil yang menarik. Mereka meneliti laju kerja darah dalam otak dan menemukan bahwa otak perempuan lebih unggul dalam memproses bahasa dibandingkan otak laki-laki. Inilah mungkin sebabnya mengapa anak perempuan cenderung lebih cepat bicara dibandingkan dengan anak laki-laki.

Namun, perlu diingat bahwa penjelasan di atas tidak seharusnya membuat kita mengkotak-kotakkan kemampuan antara anak laki-laki dan perempuan. Lingkungan dan proses belajar juga berpengaruh terhadap perkembangan bakat dan kemampuan anak. Sebagai orang tua, yang terpenting adalah selalu mendampingi anak kita agar periode keemasannya berjalan dengan optimal.

Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan informasi ini untuk mendukung perkembangan anak kita. Misalnya, jika anak perempuan lebih unggul dalam bahasa, kita dapat memberikan aktivitas yang berfokus pada pengembangan kemampuan bahasanya. Begitu juga dengan anak laki-laki, kita dapat memberikan aktivitas yang melatih logika dan pemecahan masalah.

Dalam mengasuh anak, penting bagi kita untuk tidak mengesampingkan peran yang sama-sama penting antara laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki potensi yang luar biasa dan perlu diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan demikian, kita dapat membantu mereka menjadi pribadi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Selamat mengasuh anak-anak kita dengan penuh cinta dan pengertian, Bu. Semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan baru dan menjadi panduan bagi kita dalam mendukung perkembangan anak laki-laki dan perempuan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com