Narcissistic Parenting dan Dampak Buruknya Terhadap Anak Kita


Tanda-Tanda dan Dampak dari Narcissistic Parenting

Narcissistic parenting adalah pola asuh yang didasarkan pada kebutuhan orangtua untuk mempertahankan reputasi dan citra diri mereka sendiri, tanpa memperhatikan kebutuhan dan emosi anak. Orangtua dengan pola asuh ini cenderung merendahkan kepercayaan diri anak, selalu merasa lebih unggul, manipulatif, dan tidak memiliki empati terhadap anak. Mereka juga cenderung mengabaikan anak dan mengharapkan anak untuk terus bergantung pada mereka.

Tanda-tanda bahwa seseorang menjadi narcissistic parent antara lain adalah mengharapkan anak untuk memenuhi ego dan keinginan pribadi mereka, merendahkan kepercayaan diri anak, selalu merasa lebih unggul, berusaha menciptakan image diri yang tidak berkualitas, manipulatif, terlalu keras dan mudah tersinggung, tidak memiliki empati, ketergantungan pada anak, cemburuan dan posesif, serta mengabaikan anak.

Dampak dari narcissistic parenting terhadap anak sangatlah besar. Anak yang dibesarkan oleh narcissistic parents umumnya memiliki konsep diri yang buruk, merasa tidak pernah dianggap, didengar, atau diperhatikan, merasa tidak diakui keberadaannya, merasa sebagai objek atau pajangan, dan merasa bahwa mereka hanya dihargai berdasarkan apa yang telah mereka lakukan, bukan sebagai pribadi yang utuh.

Selain itu, anak yang dibesarkan oleh narcissistic parents juga cenderung memiliki rasa percaya diri rendah, sulit mengenali emosi di dalam diri mereka, lebih mementingkan tampilan daripada apa yang mereka rasakan, takut menunjukkan kepribadian sesungguhnya, merasa hampa secara emosi, susah percaya kepada orang lain, merasa dimanfaatkan dan dimanipulasi, terhambat tumbuh kembang secara emosi, sering dikritik dan dihakimi ketika menjadi diri sendiri, frustasi mencari perhatian dan persetujuan dari orang lain, serta merasa tidak cukup baik.

Anak yang dibesarkan oleh narcissistic parents juga tidak memiliki role model untuk hubungan emosional yang sehat, tidak paham batasan-batasan yang wajar dalam sebuah hubungan, tidak mampu memberi penghargaan untuk diri sendiri, merasa tidak layak untuk dicintai dan dihargai, serta sulit membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Baca Juga:  10 Kartun Inspiratif untuk Screen Time Si Kecil

Meminimalkan Efek dari Narcissistic Parenting

Meminimalkan efek dari narcissistic parenting terhadap anak tidaklah mudah, terutama jika anak tidak menyadari bahwa orangtuanya memiliki gangguan narsistik. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu anak tetap memiliki tumbuh kembang yang sehat.

Untuk anak di bawah usia remaja, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh si anak sendiri. Namun, orang-orang di sekitarnya dapat membantu dengan memberikan perhatian dan dukungan kepada anak. Mereka dapat menjadi role model yang baik bagi anak, mengajarkan anak tentang empati dan kepedulian terhadap orang lain, serta membantu anak membangun rasa percaya diri yang sehat.

Sedangkan untuk anak remaja usia ke atas, mereka mungkin sudah lebih paham dengan apa yang terjadi dan memiliki kemampuan untuk memiliki self defense yang lebih baik. Mereka dapat belajar untuk mengenali tanda-tanda perilaku narcissistic parents dan mengembangkan strategi untuk menghadapinya. Mereka juga dapat mencari dukungan dari teman, guru, atau konselor untuk membantu mereka mengatasi dampak dari pola asuh yang narcisistic.

Selain itu, penting bagi kita sebagai orangtua untuk menyadari bahwa pola asuh narcissistic adalah salah dan merusak. Kita harus berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dan menghindari pola asuh yang narcisistic. Kita harus fokus pada kebutuhan dan emosi anak, memberikan perhatian dan dukungan yang mereka butuhkan, serta memberikan penghargaan yang sehat dan membangun rasa percaya diri mereka.

Dalam melakukan hal ini, kita juga harus mengambil langkah untuk memperbaiki hubungan dengan anak kita yang mungkin sudah terganggu akibat narcissistic parenting. Kita perlu berkomunikasi dengan anak secara terbuka dan jujur, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi. Kita juga perlu meminta maaf jika kita telah melakukan kesalahan dan berkomitmen untuk menjadi orangtua yang lebih baik.

Baca Juga:  Cara Membuat Susu Formula yang Benar untuk Mendukung Pertumbuhan Si Kecil

Kesimpulan

Narcissistic parenting adalah pola asuh yang didasarkan pada kebutuhan orangtua untuk mempertahankan reputasi dan citra diri mereka sendiri, tanpa memperhatikan kebutuhan dan emosi anak. Tanda-tanda dari narcissistic parenting antara lain anak untuk memenuhi ego orangtua, merendahkan kepercayaan diri anak, selalu merasa lebih unggul, menciptakan image diri yang tidak berkualitas, manipulatif, terlalu keras dan mudah tersinggung, tidak memiliki empati, ketergantungan pada anak, cemburuan dan posesif, serta mengabaikan anak.

Dampak dari narcissistic parenting terhadap anak sangatlah besar, seperti konsep diri yang buruk, tidak pernah dianggap, didengar atau diperhatikan, tidak diakui keberadaannya, merasa sebagai objek atau pajangan, dihargai hanya berdasarkan apa yang telah dilakukan, rasa percaya diri rendah, sulit mengenali emosi, lebih mementingkan tampilan daripada perasaan, takut menunjukkan kepribadian sesungguhnya, merasa hampa secara emosi, sulit percaya kepada orang lain, merasa dimanfaatkan dan dimanipulasi, terhambat tumbuh kembang emosi, sering dikritik dan dihakimi ketika menjadi diri sendiri, frustasi mencari perhatian dan persetujuan dari orang lain, merasa tidak cukup baik, tidak memiliki role model untuk hubungan emosional yang sehat, tidak paham batasan-batasan dalam hubungan, tidak mampu memberi penghargaan untuk diri sendiri, merasa tidak layak untuk dicintai dan dihargai.

Untuk meminimalkan efek dari narcissistic parenting, orang-orang di sekitar anak dapat memberikan perhatian dan dukungan, menjadi role model yang baik, mengajarkan empati dan kepedulian terhadap orang lain, serta membantu anak membangun rasa percaya diri yang sehat. Anak remaja juga dapat belajar untuk mengenali tanda-tanda perilaku narcissistic parents dan mengembangkan strategi untuk menghadapinya. Penting bagi kita sebagai orangtua untuk menyadari pola asuh yang narcisistic adalah salah dan merusak, kita harus berusaha memperbaiki diri sendiri dan menghindari pola asuh yang narcisistic, fokus pada kebutuhan dan emosi anak, memberikan perhatian dan dukungan yang mereka butuhkan, memberikan penghargaan yang sehat dan membangun rasa percaya diri mereka, serta memperbaiki hubungan dengan anak yang mungkin sudah terganggu akibat narcissistic parenting.

Baca Juga:  6 Resep Olahan Ikan Nila untuk Anak yang Lezat Bergizi


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com