Etika Makan Siang untuk Para Pekerja, Idealnya Harus Seperti Apa?


Sebuah catatan dari pekerja, yang mengalami tren makan siang dengan berbagai kondisi perusahaan.

Dulu pada masanya saya bekerja di majalah. Jam makan siang, bisa dipastikan hampir mulai dan selesai tepat waktu. Kalaupun mau early lunch, paling cepat 15 menit sebelum jam 12. Dan selesai, maksimal balik ke ruangan dan duduk manis jam 13.30. Semua atas nama, corporate culture yang menghendaki demikian. Oh iya, FYI, jam kerjapun juga sedemikian ketatnya.

Lalu sempat pindah ke kantor retail. Dengan jumlah karyawan yang jauh lebih kecil, dan budaya perusahaan yang kurang lebih sama. Tapi, kondisi saat itu diuntungkan. Berhubung, atasan langsung saya seumuran. Saya dan tim bisa makan siang, jauh lebih awal. Dan kadang, balik kantor, di atas jam 2 siang, hahaha. Yaaa, bosnya ikut makan timnya sama, gimana dong?

Dan sekarang, bekerja di Female Daily Network – lembarkerjauntukanak.com. Bisa dibilang, sangat fleksibel. Intinya sih, job desc yang kita kerjakan jangan sampai keteteran. Bicara soal etika makan siang. Ada artikel menarik dari workingmother.com, yang membahas seputar tema tersebut. Dan sering saya temukan dalam kehidupan kantor.

1. Just Get Your Work Done

Durasi istirahat makan siang di perusahaan, umumnya berlangsung 1 – 1 ½ jam. Di tempat saya kerja sekarang. Istirahat jam makan siang, nggak harus jam 12. Intinya selama kerjaan bisa selesai dengan baik dan tepat waktu, nggak perlu ada yang dikhawatirkan. Ada kondisi-kondisi dimana kita sarapan terlalu kenyang. Otomatis, pas jam 12, belum lapar. Nah, kan nggak mungkin dipaksa makan. Jadi sadar diri saja, sih. Selama nunggu lapar, kerjakan apa yang menjadi kewajiban kita. Atau kebalikannya, lapar lebih awal. Emang tahan gemetaran, sampai keringat dingin? Pintar-pintar minta izin ke supervisor mommies, untuk makan siang lebih awal. Sambil menjelaskan, deadline yang kemarin dia minta udah rampung dan diemail.

Pada dasarnya, yang penting adalah menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Waktu istirahat makan siang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh kita. Misalnya, jika kita sudah sarapan terlalu kenyang, maka tidak perlu dipaksa untuk makan saat jam makan siang tiba. Kita bisa menggunakan waktu itu untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih belum selesai atau melakukan tugas-tugas lain yang menjadi tanggung jawab kita. Di sisi lain, jika kita merasa lapar lebih awal, kita bisa meminta izin kepada atasan untuk makan siang lebih awal. Selama pekerjaan yang ditugaskan sudah selesai dan dilaporkan kepada atasan, tidak ada masalah untuk mengatur waktu makan siang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

Baca Juga:  13 Tanda Mertua Bukan Penggemar Berat Anda dan Cara Mengatasinya!

2. Selama anda bisa dihubungi saat dibutuhkan, kondisi terkendali!

Ada kalanya, kita bosan dong makan siang di kantor melulu, toh? Sesekali melipir ke mal terdekat, nggak apa kok. Tapiii, pastikan HP nggak di-silent. Nggak mau kan, pas balik kantor dapat tatapan tajam dari atasan? Sudahlah makan siang jauh, susah dihubungi untuk hal urgent, terus balik ke kantor telat. KELAR!

Tentu saja, sebagai pekerja yang bertanggung jawab, kita memiliki hak untuk mengatur waktu makan siang kita sendiri. Jika kita ingin makan siang di luar kantor sesekali, tidak apa-apa. Namun, kita perlu memastikan bahwa kita tetap bisa dihubungi jika terjadi sesuatu yang urgent atau butuh kehadiran kita di kantor. Jangan sampai kita sulit dihubungi saat sedang makan siang di luar kantor dan akhirnya telat kembali ke kantor. Ini bisa memberikan kesan buruk kepada atasan dan rekan kerja kita. Jadi, pastikan selalu ada komunikasi yang baik dengan atasan dan tetap bisa dihubungi saat dibutuhkan.

3. Semua tentang keseimbangan

Pada akhirnya, kita lah yang paling tahu situasi yang sedang terjadi. Jangan sudah sadar deadline lagi mepet-mepetan. Terus mommies, tiga hari berturut janjian makan siang sama teman-teman di luar kantor. Biasanya saya pilih hari Jumat, dimana tidak masalah makan siang dari jam 11.30. Mengutip workingmom.com, “use your time wisely—both professionally and personally.”

Setiap orang memiliki situasi yang berbeda-beda. Sebagai pekerja, kita harus mampu mengatur waktu dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jangan sampai kita terlalu fokus pada pekerjaan dan melupakan kebutuhan pribadi, seperti makan siang dengan teman-teman di luar kantor. Namun, kita juga harus tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita dan memastikan bahwa kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Jadi, penting bagi kita untuk menggunakan waktu dengan bijak, baik untuk kepentingan profesional maupun pribadi.

Baca Juga:  Mengenal Vaginal Fisting dan Anal Fisting, Aktivitas Seks yang Dianggap Tabu

Berdasarkan kondisi di Female Daily Network – lembarkerjauntukanak.com, makan siang menjadi lebih fleksibel. Kita tidak diharuskan makan siang tepat jam 12, asalkan pekerjaan kita tetap bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Kita bisa mengatur waktu makan siang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Jika kita belum lapar pada jam makan siang, kita bisa menunda makan dan menggunakan waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda. Namun, jika kita merasa lapar lebih awal, kita bisa meminta izin kepada atasan untuk makan siang lebih awal. Selama pekerjaan kita sudah selesai dan dilaporkan kepada atasan, tidak ada masalah untuk mengatur waktu makan siang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

Selain itu, sebagai pekerja, kita juga perlu memastikan bahwa kita tetap bisa dihubungi saat dibutuhkan. Jika kita ingin makan siang di luar kantor, pastikan kita tetap dapat dihubungi melalui telepon seluler. Jangan sampai kita sulit dihubungi saat sedang makan siang di luar kantor dan akhirnya telat kembali ke kantor. Komunikasi yang baik dengan atasan dan rekan kerja sangat penting untuk menjaga kondisi terkendali.

Selain itu, kita juga harus mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jangan sampai kita terlalu fokus pada pekerjaan dan melupakan kebutuhan pribadi. Penting bagi kita untuk menggunakan waktu dengan bijak, baik untuk kepentingan profesional maupun pribadi. Jika kita merasa pekerjaan sudah selesai dengan baik dan tepat waktu, tidak ada salahnya untuk mengambil waktu istirahat yang lebih lama atau untuk makan siang dengan teman-teman di luar kantor. Namun, kita juga harus tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita dan memastikan bahwa tidak ada tugas yang tertunda atau belum diselesaikan.

Baca Juga:  Perkembangan Janin di Akhir Trimester Pertama

Dalam mengatur waktu makan siang, kita haruslah bijak dan sadar akan tanggung jawab kita sebagai pekerja. Jika kita merasa lapar lebih awal, kita bisa meminta izin kepada atasan untuk makan siang lebih awal. Namun, kita juga harus tetap menjaga komunikasi yang baik dengan atasan dan tetap bisa dihubungi saat dibutuhkan. Jangan sampai kita sulit dihubungi saat sedang makan siang di luar kantor dan akhirnya telat kembali ke kantor.

Pada akhirnya, yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kita harus mampu mengatur waktu dengan bijak, sehingga kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, sambil tetap memperhatikan kebutuhan pribadi kita. Jangan sampai kita terlalu fokus pada pekerjaan dan melupakan kebutuhan pribadi, seperti makan siang dengan teman-teman di luar kantor. Jadi, jangan ragu untuk mengatur waktu makan siang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita, asalkan pekerjaan kita tetap bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com