Dessy Ilsanty: Kesejahteraan Diri Sendiri Perlu Diperhatikan, Bukan Artinya Kita Egois!


Keseharian Dessy Ilsanty sebagai Ibu, Psikolog, dan Istri dari Aktor Adrian Maulana

Dessy Ilsanty adalah seorang wanita yang memiliki banyak peran dalam kehidupannya. Selain sebagai seorang ibu, ia juga merupakan seorang psikolog yang aktif dalam praktiknya. Dessy juga merupakan istri dari aktor terkenal Adrian Maulana. Kehidupan sehari-hari Dessy penuh dengan kesibukan dan tanggung jawab yang harus ia jalani.

Awalnya, Dessy dikenal sebagai seorang presenter di televisi. Namun, setelah menikah dengan Adrian Maulana, ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah dan mendalami ilmu psikologi. Keputusan ini diambil karena ia merasa tertarik dan ingin membantu orang lain dalam mengatasi masalah kejiwaan. Saat ini, Dessy aktif sebagai seorang psikolog dan memiliki praktek sendiri.

Ketika ditanya tentang kesibukannya saat ini, Dessy menjawab bahwa ia masih aktif dalam praktek sebagai psikolog. Namun, sejak setahun terakhir, ia lebih banyak melakukan konsultasi online atau melalui video conference. Dessy juga sering menjadi nara sumber dalam webinar dan talkshow terkait dengan psikologi. Selain itu, sebagai seorang ibu, Dessy juga memiliki tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga dan keluarga.

Dalam menjalani kehidupan yang begitu padat, Dessy mengakui bahwa ia juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Ketika merasa lelah atau penat, Dessy memiliki kegiatan “Me Time” yang menjadi andalannya. Salah satu kegiatan yang ia lakukan adalah menonton film. Dessy memiliki minat yang besar terhadap film karena ia melihatnya bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan hikmah dalam kehidupan. Selain menonton film, Dessy juga suka membaca buku dan mengobrol dengan teman-temannya.

Dalam rangka bulan kesehatan mental, Dessy juga memberikan tips kepada para ibu agar tidak mudah mengalami burnout. Dessy mengatakan bahwa seringkali ibu merasa harus melakukan segala sesuatu untuk suami dan anak-anaknya sehingga lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Dessy menekankan pentingnya untuk selalu ingat akan kondisi diri sendiri. Jika merasa lelah atau ingin beristirahat, ibu sebaiknya berkomunikasi dengan baik kepada anggota keluarga dan menjelaskan bahwa dirinya sedang tidak enak badan dan membutuhkan istirahat. Dessy juga mengatakan bahwa merawat diri sendiri bukanlah tindakan egois, tetapi merupakan bagian dari merawat anggota keluarga lainnya.

Baca Juga:  SMA Harapan 3 Medan: Punya Kelas Khusus untuk Persiapan Masuk PTN Kedokteran

Dalam menjalani pernikahan, tidak jarang terjadi pertengkaran antara suami dan istri. Dessy berpendapat bahwa konflik adalah hal yang wajar dan tidak harus dihindari. Justru, ketika terjadi konflik, pasangan suami istri bisa saling mengenal lebih baik dan menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dessy menekankan pentingnya komunikasi yang asertif dalam menghadapi pertengkaran. Pasangan suami istri harus dapat menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka tanpa menuntut atau menuduh satu sama lain.

Sebagai seorang ibu dari dua anak, Dessy juga menganggap penting untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan masing-masing anaknya. Dessy menyadari bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam pola asuh yang diberikan. Dessy menyarankan agar ibu dapat menyesuaikan pola asuh dengan karakter masing-masing anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Meskipun tidak mutlak, menghabiskan quality time dengan anak-anak dapat membantu ibu untuk melihat keunikan dan kebutuhan mereka.

Dalam menjalani perannya sebagai seorang working mom, Dessy merasa sangat mendapatkan dukungan dari suami dan anak-anaknya. Suami Dessy memberikan izin dan dukungan penuh bagi Dessy untuk mengembangkan diri dan mencapai potensi terbaiknya. Dessy mengungkapkan bahwa suaminya selalu mendukungnya dalam menjalani pendidikan dan praktek sebagai seorang psikolog. Suaminya bahkan ikut berbagi tugas dalam mengasuh anak-anak ketika Dessy sedang sibuk dengan tugasnya sebagai psikolog. Dessy merasa sangat bersyukur memiliki keluarga yang mendukungnya dalam mengejar karir dan menjadi ibu yang baik.

Dalam menjalankan profesinya sebagai seorang psikolog, Dessy menghadapi tantangan dalam mengajak masyarakat untuk percaya dan mengunjungi psikolog. Banyak orang yang masih menganggap tabu untuk mencari bantuan dari psikolog, karena mereka merasa malu atau takut dianggap gila. Dessy berusaha untuk mengubah pandangan masyarakat tersebut dengan menjelaskan bahwa pergi ke psikolog adalah hal yang biasa dan tidak ada yang perlu ditakuti. Dessy juga menegaskan bahwa psikolog hanya berfungsi sebagai pendengar dan pembimbing, serta menjaga kerahasiaan klien. Bagi Dessy, mengunjungi psikolog adalah langkah yang penting dalam memperbaiki kesehatan mental seseorang.

Baca Juga:  Biaya Masuk SD di Jakarta Utara Tahun Ajaran Baru,¬†Uang Masuk Mulai dari Rp7 Juta

Dessy Ilsanty adalah contoh inspiratif bagi banyak wanita di Indonesia. Dengan segala peran dan tanggung jawabnya, Dessy berhasil menjalani kehidupan yang seimbang antara karir, keluarga, dan diri sendiri. Ia merupakan teladan bagi para ibu yang ingin mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik bagi keluarga. Dukungan dari suami dan anak-anaknya menjadi modal utama Dessy dalam menjalani semua ini. Dessy juga berusaha untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan tidak ragu untuk mencari bantuan jika memang dibutuhkan. Dengan segala upaya dan dedikasinya, Dessy Ilsanty berhasil membuktikan bahwa menjadi seorang ibu, psikolog, dan istri yang sukses adalah mungkin dilakukan.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com